Media Koplak

Kalau kita mau jeli dan bersikap kritis terhadap media-media di Indonesia baik Televisi, Radio maupun Media cetak, coba saja kita tengok masalah yang mencuat beberapa waktu belakangan ini, yaitu masalah penindasan terhadap etnis muslim Rohingya di Myanmar.

Sekitar dua minggu kemarin di TV One dalam acara “Apa Kabar Indonesia Malam” diadakan wawancara terhadap pengungsi dari etnis muslim Rohingya yang telah mengungsi di Medan selama tiga tahun. Dalam wawancara tersebut narasumber mengungkapkan apa yang dialaminya ketika masih tinggal di Myanmar. Dengan bahasa yang masih kurang karuan, narasumber kurang lebihnya mengatakan di Myanmar etnis muslim rohingya dibantai, dipotong-potong, ditindas, yang paling kentara dan menjadi pokok pembicaraan narasumber dan disampaikan olehnya berulang-ulang adalah “Di sana pemerintah Myanmar buat susah sama kita muslim Rohingya”, “Pemerintah myanmar bilang baik, padahal bohong”, disampaikannya juga bahwa bantuan  untuk etnis muslim Rohingnya dari luar yang selama ini dititipkan kepada Pemerintah Myanmar tidak disalurkan.

Nah! Di sini sudah jelas apa yang terjadi di Myanmar dan hal ini pun disampaikan oleh narasumber yang terpercaya yaitu korban penindasan itu sendiri, tapi apa yang terjadi beberapa hari kemudian? Hasil wawancara ini dibuatnya oleh Media kita bagai “embun di pagi hari” yang hanya ada sebentar kemudian menguap tanpa bekas.

Inilah hal yang sering terjadi di Media kita bila kita jeli, saat umat islam diberitakan menjadi korban maka beritanya hanya sekilas-sekilas saja agar tidak terkesan bahwa Media tersebut anti atau musuh Islam dan  beritanya pun kerap kali menyimpang dari fakta yang ada. Namun saat diberitakan yang menjadi objek adalah orang non Islam maka beritanya memberondong di semua saluran Televisi, Radio, dan media lainnya selama berminggu-minggu bahkan terkadang beritanya terkesan berlebihan alias lebay dan kadang menyimpang pula dari fakta.

Ini dia satu lagi yang paling “koplak” yang dapat dilihat di Media Indonesia, 

gambar di atas saya ambil dari situs berita rekanan TV One yaitu Viva.co.id Berita ini diposting pada Rabu, 15 Agustus 2012, 14:48 di sini Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao, mengatakan dalam salah satu paragraf bahwa

Kendati sejak 1949 diperintah Partai Komunis, Liu menyatakan adat dan budaya Islam di China dihormati dan dilindungi oleh undang-undang. Di Ibukota Beijing, misalnya, sudah sejak lama berdiri beberapa masjid dan kampung muslim“.

coba bandingkan dengan berita yang diterbitkan Arrahmah.com dua minggu sebelumnya

juga berita yang diterbitkan oleh Viva.co.id sendiri

 

kembali saya kutip lagi apa kata Dubes Cina Liu Jianchao Kendati sejak 1949 diperintah Partai Komunis, Liu menyatakan adat dan budaya Islam di China dihormati dan dilindungi oleh undang-undang. Di Ibukota Beijing, misalnya, sudah sejak lama berdiri beberapa masjid dan kampung muslim

Nah lo! Koplak bukan?

Ini hanya sekedar opini dari saya, seorang yang awam. Bila ada yang tidak sependapat silahkan komentari tulisan ini atau kirim pesan via e-mail.

Maulana Yusuf

Iklan

Kasih komentar dong temen-temen semua . . .

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s